Tes Alergi Kulit: Skin Prick Test dan Patch Test
Langkah Penting Mengetahui Penyebab Gatal dan Ruam Berulang

Alergi kulit merupakan salah satu penyebab tersering keluhan gatal, ruam, biduran, dan eksim yang berulang, terutama bila pencetus alerginya belum diketahui secara pasti. Untuk membantu memastikan penyebab alergi secara lebih akurat, tersedia pemeriksaan Skin Prick Test dan Patch Test yang dilakukan sesuai standar medis dan berbasis bukti ilmiah. Pemeriksaan ini digunakan secara luas oleh dokter kulit sebagai bagian penting dalam evaluasi alergi, sehingga penanganan dapat direncanakan secara lebih tepat dan terarah.
Kapan Uji Alergi Kulit perlu dilakukan?
Uji alergi kulit dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis berbagai kondisi alergi, seperti pilek alergi, asma, eksim, biduran, alergi makanan, alergi obat, serta alergi akibat sengatan serangga, baik pada anak maupun dewasa.
Skin Prick Test
Skin prick test digunakan untuk menilai reaksi alergi tipe cepat (tipe I). Uji ini memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas sekitar 70 – 97% untuk alergen udara, serta 30 – 90% untuk alergen makanan. Pemeriksaan ini dianjurkan bila penyebab alergi belum jelas, alergi sering kambuh, atau sulit terkontrol, seperti pada rhinitis alergi, sinusitis, eksim, dan asma. Skin prick test juga dapat dipertimbangkan pada kecurigaan alergi obat tertentu sesuai penilaian dokter.
Persiapan:
Beberapa obat dapat memengaruhi hasil tes dan perlu dihentikan sementara, seperti obat alergi (antihistamin) dan ketotifen, sesuai anjuran dokter. Terapi lain seperti obat oles kortikosteroid, obat tertentu, atau terapi sinar UV juga sebaiknya dihentikan beberapa hari sebelum pemeriksaan.
Anda dapat mengkonsultasikan kondisi Anda dengan dokter sebelum pemeriksaan untuk memastikan persiapan yang tepat.
Prosedur & Hasil:
Alergen diteteskan pada kulit lengan bawah bagian dalam, kemudian dilakukan tusukan ringan dengan menggunakan jarum. Hasil dinilai 15-20 menit kemudian. Munculnya bentol kecil menandakan adanya reaksi alergi, sedangkan tidak adanya bentol menunjukkan tidak terdapat alergi terhadap alergen tersebut.
Skin Patch Test
Skin patch test atau uji tempel merupakan gold standard dalam mendiagnosis Dermatitis Kontak Alergi, yang merupakan reaksi hipersensitivitas tipe IV (hipersensitivitas tipe lambat). Uji tempel ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas antara 70 – 80%. Alergi akibat kontak langsung sering dipicu oleh pewangi, bahan kosmetik, lateks, tanaman, obat oles tertentu, logam seperti nikel, perekat, kain, dan pewarna rambut.
Persiapan:
Kulit pada area uji harus dalam kondisi tenang, tidak luka atau meradang. Beberapa obat, seperti obat alergi tertentu, salep kortikosteroid, atau obat minum yang memengaruhi sistem imun, perlu dihentikan sementara sesuai anjuran dokter agar hasil tes lebih akurat.
Pemeriksaan sebaiknya tidak berdekatan dengan paparan sinar matahari berlebihan atau terapi sinar UV. Selama pemeriksaan, area uji juga dianjurkan tidak terkena sinar matahari langsung.
Anda dapat mengkonsultasikan kondisi Anda dengan dokter sebelum pemeriksaan untuk memastikan persiapan yang tepat.
Prosedur & Hasil:
Patch ditempelkan selama 48 jam, kemudian hasil dievaluasi sebanyak 3 kali. Pembacaan uji tempel dilakukan pada 48 jam, 72 jam, dan 96 jam setelah penempelan untuk memastikan hasil yang optimal.
Penutup
Dengan mengetahui pencetus alergi secara jelas, pasien dapat mengurangi kekambuhan dan memperoleh kualitas hidup yang lebih baik. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah Skin Prick Test atau Patch Test sesuai dengan kondisi Anda.

