Keputihan, Kutil Kelamin, dan Infeksi yang Sering Diabaikan
Setiap hari, lebih dari 1 juta infeksi menular seksual (IMS) terjadi di seluruh dunia dan sebagian besar dari penderitanya tidak tahu bahwa mereka terinfeksi. Di Indonesia, angka IMS terus meningkat, dan data terbaru dari Kemenkes RI mencatat 52.111 kasus IMS yang dilaporkan sepanjang 2023.
Setiap perempuan menghasilkan cairan vagina sebagai bagian dari mekanisme perlindungan alami, biasanya berwarna bening atau putih susu, tidak berbau menyengat, dan jumlahnya tidak berlebihan. Yang perlu diperhatikan adalah jika keputihan berubah karakter.
Apa yang menyebabkan keputihan abnormal?
Penyebab keputihan meliputi infeksi jamur (Candida), bakteri (bacterial vaginosis), atau yang lebih serius seperti Chlamydia trachomatis, Neisseria gonorrhoeae (gonore), atau Trichomonas vaginalis. WHO memperkirakan pada 2020, ada 129 juta kasus klamidia baru, 82 juta gonore baru, dan 156 juta trikomoniasis baru secara global, yang semuanya bisa bergejala sebagai keputihan.
Tanpa pemeriksaan yang komprehensif, sulit membedakan keputihan fisiologis dengan keputihan karena IMS. Minum obat tanpa pemeriksaan sebelumnya bukan sebuah solusi dan bisa menutupi infeksi yang lebih serius.
IMS pada Laki-laki
Pada laki-laki, gejala IMS sering lebih terlihat, yaitu keluarnya cairan dari uretra, nyeri atau panas saat kencing, dan pembengkakan di area genital. Namun gejala-gejala ini tidak selalu terjadi. Klamidia pada laki-laki, misalnya, bisa benar-benar tanpa gejala selama berbulan-bulan sambil tetap menular ke pasangan.
Kutil Kelamin (Kondiloma Akuminata): Lebih dari Sekadar Bentol
Kutil kelamin disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV), virus yang paling sering menular melalui kontak seksual. Ada lebih dari 200 subtipe HPV. Tipe 6 dan 11 adalah serotipe yang menyebabkan kutil kelamin. Tipe 16 dan 18 adalah penyebab utama kanker serviks, kanker anus, dan kanker orofaring.
Bentuknya bisa seperti tonjolan daging kecil di area genital, anus, atau mulut, dengan jumlah tunggal atau berkelompok seperti kembang kol. Bisa tidak gatal dan tidak nyeri, sehingga mudah diabaikan. Inkubasi virus bisa 3 minggu sampai 8 bulan setelah paparan, artinya orang tidak langsung tahu kapan tertular.
Faktor yang paling kuat memengaruhi terjadinya kutil kelamin meliputi orientasi seksual, konsistensi pemakaian kondom, dan jumlah pasangan. Tapi HPV tidak hanya menyerang kelompok berisiko tinggi. Siapa pun yang pernah aktif seksual bisa terpapar.
Mengenal Sifilis dan Tahapan Penyakitnya
Sifilis adalah IMS bakterial yang disebabkan Treponema pallidum. WHO memperkirakan ada 7,1 juta kasus baru sifilis setiap tahun secara global. Di Indonesia, sifilis adalah IMS yang paling banyak dilaporkan, diikuti gonore.
Perjalanan penyakitnya bertahap. Tahap pertama adalah luka (chancre) yang tidak nyeri di titik paparan. Penyakit ini sering terlewat karena tidak terasa sakit dan bisa sembuh sendiri dalam beberapa minggu, padahal bakteri sudah menyebar. Tahap kedua yaitu ruam di telapak tangan dan telapak kaki, dan bercak di mulut. Tahap laten tidak ada gejala, tapi infeksi tetap aktif. Tahap tersier, yang bisa muncul bertahun-tahun kemudian, dan dapat menyerang jantung, otak, dan sistem saraf.
Sifilis aktif meningkatkan risiko penularan HIV secara signifikan. Ibu hamil yang terinfeksi bisa mentransmisikan sifilis ke janin, menyebabkan keguguran, lahir mati, atau sifilis kongenital pada bayi.
Kabar baiknya, sifilis bisa disembuhkan dengan antibiotik (penisilin), selama terdeteksi tepat waktu.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
IMS bisa mengenai siapa saja yang aktif secara seksual. Terdapat beberapa faktor memang meningkatkan risiko IMS, yaitu:
1.Usia muda (terutama 15–24 tahun). Di Indonesia, perempuan usia 15–19 dan laki-laki menikah usia 20–24 memiliki prevalensi IMS tertinggi.
2.Perilaku seksual berisiko: berganti pasangan, tidak konsisten dalam penggunaan kondom, seks pertama kali terlalu dini, kurang menjaga kebersihan area genital.
3.Pengetahuan rendah tentang IMS. Studi menunjukkan bahwa hanya 56,6% pelajar SMA Jakarta yang memiliki pengetahuan baik tentang kesehatan seksual, dan 24,8% di antaranya teridentifikasi berisiko tertular IMS.
4.Status ekonomi rendah. Berhubungan dengan akses terbatas ke layanan kesehatan, stigma, dan kerentanan terhadap perilaku berisiko.
Kapan Harus Periksa ke Dokter
Banyak pasien baru datang setelah gejala sudah lama berlangsung, atau setelah mencoba berbagai obat sendiri. Padahal diagnosis dan penanganan dini adalah perbedaan antara pengobatan singkat dan komplikasi jangka panjang.
Pemeriksaan dan tindakan yang akan dokter lakukan meliputi:
·Melakukan diagnosis berbasis klinis + pemeriksaan laboratorium jika dibutuhkan
·Membedakan jenis infeksi (bakteri vs virus vs jamur)
·Memberikan terapi yang tepat (tidak over/under-treatment)
·Menilai risiko komplikasi jangka panjang
Segera konsultasi keluhan dan gejala Anda, jika:
·Muncul luka, lecet, atau tonjolan di area genital, anus, atau mulut yang tidak bisa dijelaskan.
·Keputihan berubah warna, bau, atau konsistensi terutama jika disertai gatal atau perih.
·Nyeri saat berhubungan seksual atau saat buang air kecil.
·Pasangan didiagnosis IMS.
·Anda baru berganti pasangan atau pernah berhubungan tanpa proteksi.
·Anda berencana hamil, skrining IMS adalah bagian dari persiapan kehamilan yang sehat.
Peran Penting Vaksin HPV
Vaksin HPV merupakan salah satu Langkah pencegahan yang dapat dilakukan bukan hanya untuk wanita, namun juga pada pria. Vaksin ini paling efektif dalam pencegahan:
·Mencegah kanker serviks
·Mengurangi risiko kutil kelamin
·Melindungi dari strain HPV risiko tinggi
Pada pria, HPV juga menyebabkan kanker pada pria seperti kanker anal dan kanker orofaring, dan vaksin akan tetap bermanfaat meskipun sudah aktif secara seksual.
IMS Merupakan Masalah Medis, Bukan Moral
Salah satu hambatan terbesar orang Indonesia untuk memeriksakan IMS adalah rasa malu dan takut dihakimi. Studi menunjukkan bahwa stigma sosial adalah faktor nyata yang membuat banyak kasus IMS tidak dilaporkan, bahkan setelah gejala jelas ada.
Tapi perlu diluruskan bahwa IMS adalah infeksi. Sama seperti infeksi saluran napas, infeksi kulit, atau infeksi saluran kemih. Penyebabnya adalah patogen, bukan karakter seseorang.
Hal yang berbahaya adalah menunda penanganan. Setiap minggu tanpa pengobatan adalah minggu di mana infeksi bisa menyebar lebih jauh, menimbulkan komplikasi, dan berpotensi menular ke orang lain tanpa disadari.
Konsultasi dengan Dokter SpDVE di EMRA
Tim dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi & Estetika kami siap membantu, dari diagnosis IMS, penanganan kutil kelamin, hingga vaksin HPV. Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika kami di EMRA by RSIA Tambak. Konsultasi bersifat rahasia dan tanpa penilaian. Informasi kesehatan lebih lanjut dapat diakses di https://emraclinic.com/articles/.